CEO GROUP | Majalaya, Kabupaten Bandung — Upaya menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum terus dilakukan melalui berbagai kegiatan pengawasan dan patroli di sejumlah wilayah yang memiliki potensi pencemaran lingkungan. Namun, di tengah upaya tersebut, masih terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas pembuangan limbah industri yang dilakukan pada malam hari.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga di wilayah Jalan Laswi, Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Warga mengaku resah dengan dugaan aktivitas pembuangan limbah dari salah satu perusahaan yang berada di wilayah tersebut, yakni PT Bagus Jayatex.
Menurut keterangan warga, aktivitas pembuangan limbah diduga kerap dilakukan pada malam hari. Air limbah tersebut diduga dialirkan melalui saluran pembuangan yang kemudian menuju saluran air dan berpotensi mengalir ke anak sungai yang terhubung dengan aliran Sungai Citarum.
“Warga sering melihat atau mencium adanya aktivitas pembuangan pada malam hari. Karena itu kami menyampaikan informasi tersebut agar dapat dilakukan pengecekan langsung di lapangan,” demikian penyampaian warga terkait kondisi yang mereka keluhkan.
Menindaklanjuti informasi dan keluhan masyarakat tersebut, Satgas Citarum kemudian melakukan patroli malam untuk memastikan kondisi di lapangan.
Patroli dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026, sekitar pukul 03.32 WIB. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap outlet (outfall) PT Bagus Jayatex yang berada di wilayah Jalan Laswi, Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.
Saat dilakukan pengecekan, petugas mendapati adanya aliran air yang keluar dari outlet perusahaan.
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, air yang keluar dari outlet tersebut terlihat berwarna kuning pekat.
Selain perubahan warna, petugas juga mencium aroma atau bau yang menyengat dari aliran air tersebut. Kondisi air juga terpantau memiliki suhu yang panas dan terlihat berbusa.
Petugas kemudian melakukan pengukuran terhadap tingkat keasaman air atau pH. Dari hasil pengukuran awal di lokasi, diperoleh angka pH 8.
Temuan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan patroli karena kondisi fisik air yang keluar dari outlet, mulai dari warna, bau, suhu, hingga adanya busa, perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik serta kandungan limbah secara lebih akurat.
Namun, pada saat pengecekan tersebut, pemeriksaan menggunakan perangkat DR900 belum dilakukan. Oleh karena itu, sejumlah parameter yang memerlukan pengukuran menggunakan alat tersebut, termasuk PTCO dan TSS, belum dapat diketahui hasilnya.
Dengan demikian, hasil pengecekan yang diperoleh pada saat patroli masih merupakan temuan awal di lapangan, khususnya berdasarkan pengamatan secara visual dan pengukuran pH. Untuk mengetahui kandungan serta tingkat pencemaran secara lebih komprehensif, diperlukan pemeriksaan terhadap parameter-parameter kualitas air menggunakan peralatan yang sesuai dan, bila diperlukan, pengujian lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Keluhan masyarakat tersebut sekaligus menjadi bentuk partisipasi warga dalam membantu pengawasan lingkungan. Peran masyarakat dinilai penting dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang diduga berpotensi menimbulkan pencemaran, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di lapangan.
Sementara itu, hasil temuan patroli malam tersebut akan menjadi bahan laporan dan tindak lanjut untuk mendapatkan arahan serta penanganan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Upaya pengawasan terhadap aktivitas pembuangan limbah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan Majalaya dan wilayah DAS Citarum. Terlebih, aliran air dari kawasan industri yang masuk ke saluran maupun anak sungai berpotensi memberikan dampak terhadap kualitas lingkungan apabila tidak dikelola sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah.
Satgas Citarum bersama unsur terkait diharapkan terus melakukan pengawasan secara berkala, sementara masyarakat juga diimbau untuk tetap menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan.**

0 Komentar